PERNIKAHAN YANG DISAKSIKAN MALAIKAT MAUT

DK Sumirta
Chapter #4

KESEMPATAN KEDUA

Aku rasa, hidupku tengah membesar seperti badai

Kita hanya perlu saling memberi hati,

Bukan saling menguasai…


Menjelajahi pantai Sawarna terulang ketika tahun baru tiba. Kali ini beberapa teman kantor Ervanthe dan Akasya ikut meramaikan suasana liburan. Sengaja mereka berombongan menuju lokasi menggunakan sepeda motor.

Rute yang dipilih, tentu saja melalui Karang Hawu di Pelabuhan Ratu. Karena itu satu-satunya rute jalan yang terdekat. Lima sepeda motor trail melaju diantara ganasnya rute touring. Suasana semakin ramai karena di perjalanan bertemu dengan rombongan touring dari klub motor lain.

Sepanjang perjalanan, Akasya memegang erat pinggang Ervanthe. Perjalanan dua jam dari Karang Hawu menuju Sawarna terasa begitu lama karena harus melalui beberapa gunung yang lumayan curam dan berkelok-kelok.

Beberapa kali mereka berhenti di tanjakan yang curam. Maklum yang dibonceng perempuan. Mereka tidak berani melanjutkan perjalanan dalam kondisi jalan yang licin terkena hujan.

Bianca, Marina, Luna dan Calista misuh-misuh karena harus jalan kaki di tanjakan yang super terjal. Hanya Akasya yang berani tetap nangkring diboncengan Ervanthe. Bahkan turut menyemangati saat Ervanthe sedikit kesulitan tancap gas.

“ Kamu gak takut Sya..? “ Ervanthe memandang Akasya dengan tatapan kagum. Keduanya tengah menunggu Bianca cs sampai di tanjakan. Sementara Gilang, Anggoro, David dan Marcel buru-buru turun ke bawah karena mendengar teriakan Bianca yang meminta tolong.

“ Ini perjalanan luar biasa El.. jauh lebih asyik dari perjalanan tiga bulan lalu..”

“ Ohh.. jadi perjalanan tempo hari kurang nikmat? “

“ Mulai deh.. kenapa akhir-akhir ini kamu lebih sensitive El? “

“ Bukan begitu..mmhh.. sepertinya ada something wrong diantara kita ”

“ Lalu? “ Akasya menatap Ervanthe dengan tatapan was-was.

Lihat selengkapnya