PERNIKAHAN YANG DISAKSIKAN MALAIKAT MAUT

DK Sumirta
Chapter #15

LUKA YANG MENGANGA

“Jangan membayangkan hal yang belum menjadi kenyataan..! Kamu harus tahu.. saya sangat benci melihat film yang ada adegan flashesnya. Tugas setiap manusia untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik. Walaupun pada akhirnya takdir akan berkata lain “

“Saya takut sekali El.. saya tidak mau diperiksa. Saya tidak akan pernah siap ketika mengetahui kalau virus mengerikan itu sudah membuat sarang di tubuh saya..!”

“Sya…” Ervanthe menatap wajah Akasya dengan perasaan hancur.

“Kamu harus berjanji untuk tidak memaksa saya periksa..!“ Akasya menunduk lemah. Tangannya memainkan ujung pakaian yang dia kenakan.

Ervanthe memeluk Akasya dengan perasaan gundah. Sebenarnya masalah inilah yang harus dibahas secepatnya. Biar mereka segera tahu, harus bagaimana menanganinya.

Memang akan ada beragam konsekuensi yang harus ditanggung keduanya jika memeriksakan diri ke dokter. Salah satunya, pengawasan intensif yang bakal dilakukan petugas medis dan instansi terkait terhadap mereka seumur hidup.

Kemungkinannya lambat laun orang-orang di sekeliling mereka juga akan tahu kalau Ervanthe dan Akasya merupakan calon ODHA (Orang Dengan HIV-Aids).

Siapapun orangnya, pasti tidak akan pernah siap untuk menjadi pusat perhatian orang sekeliling. Apalagi citra ODHA selalu dikaitkan dengan semua hal negatif. Sebagai mantan pecandu narkoba atau manusia penganut free sex.

Padahal banyak penyandang ODHA tidak tahu menahu tentang stigma negatif tersebut. Mereka hanya korban perbuatan orang lain. Seperti kasus yang menimpa Akasya dan Ervanthe.

Ervanthe tiba-tiba membayangkan kenangannya bersama almarhum sang ibunda. Dari perempuan berwajah sendu itulah dia mendapat berbagai pelajaran penuh makna tentang hidup. Bagaimana dirinya harus menghormati dan melindungi dua perempuan di dalam keluarganya, yakni sang ibunda dan neneknya.

Karena itulah Ervanthe merasa tidak pernah kehilangan figur siapapun di dalam hidupnya. Dia tetap menjadi pria sejati meski tidak tersentuh kasih sayang ayahnya. Ervanthe menemukan figure orang tua yang lengkap pada ibundanya. Walaupun kebersamaan mereka hanya sampai Ervanthe lulus SMA. Namun Ervanthe mendapatkan kenangan luar biasa bersamanya.

Lihat selengkapnya