Pesugihan sate Gagak Mang Yopi

Shinbul
Chapter #13

Aku Tanpa Arah

Sejak munculnya wabah Covid 19 atau wabah Corona, semua menjadi kacau balau seketika. Semua terdampak dan seakan akan mati suri sementara, apalagi dari segi ekonomi yang paling parah terkena imbasnya.

Kantorku saja sejak menetapkan WFH dan WFO, dan ada beberapa dari kami yang terkena wabah Corona, sehingga kami saling mengisolasi diri kami sendiri di rumah masing masing. Kami pun diwajibkan untuk antigen rutin dan PCR setiap minggu, apakah kadar wabah Coronanya sudah menurun atau sudah terkendali. Kantorku tetap berpikir kira kira apa yang harus dilakukan agar penjualan tetap berjalan dan semua dapat mendapatkan penghasilan dikala wabah Corona yang semakin menggila ini.

Setelah melaksanakan rapat pertemuan antara semua petinggi di kantorku, hasil keputusan yang sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat adalah perusahaan akan memotong gajian karyawannya sebesar setengah dari gaji yang biasa diterima.

Hasil keputusan ini dibalas oleh para pekerja dengan suara lantang kami menolak keputusan tersebut, selain kami memang merupakan tulang punggung keluarga kami dirumah, kami juga merasa iba dengan rekan rekan kerja kami yang mengalami keadaan pengurangan karyawan di tiap masing masing divisi perusahaan tempat kami mencari nafkah sehari hari.

Keadaan aku pun tidak terlalu baik pula, sebab sejak seminggu yang lalu, aku pun tepar terjangkit Covid 19 ini (aku mulai demam, batuk, hilang nafsu makan, dan sedikit over thinking karena aku harus mengisolasi diri sendiri jauh dari keluarga dirumah. Hal ini harus aku lakukan karena mengingat ada orang tuaku yang sudah cukup sepuh, daripada mereka kenapa napa, lebih baik aku mengisolasi diriku sendiri sampai sembuh kembali.

Beruntung lingkungan sekitar tempat tinggalku cepat tanggap dalam merespon semua warga yang terjangkit Covid 19 ini, mereka telah menyiapkan team team khusus untuk menanggulangi dan mengantisipasi warga warga yang terjangkit Covid 19. Setiap saat mereka patroli kerumah rumah warga dan menanyakan keadaan mereka (ya, seperti yang kalian tahu situasi saat itu sangat genting sekali, bahkan dalam hitungan detik, menit pun selalu ada warga yang dikabarkan meninggal dunia).

Lihat selengkapnya