Satu syarat untuk ritual misi pesugihan sate gagak sudah kami dapatkan, tinggal dua syarat lagi yang harus kami berlima penuhi, yaitu mencari lokasi khusus, dan meneliti seberapa pantas dan cocokkah untuk tempat berdagang sate gagak ini. Dan satu syarat berikutnya mempersiapkan keping pancingan untuk uang berupa pecahan mata uang apa pun, misal dalam bentuk 50 ribu atau 100 ribu atau bisa juga dalam bentuk mata uang lainnya, misal 100 dolar. Keping pancingan uang tersebut diletakkan didalam suatu kotak ukuran sedang, yang akan ditaruh dibawah tempat berdagang sate gagak. Sebelum memulai berdagang nanti, kami berlima berpencar mencari tahu lokasi lokasi yang dianggap pantas dan cocok untuk ritual misi pesugihan sate gagak.
Ada beberapa rekomendasi tempat untuk ritual misi pesugihan sate gagak, pertama, lokasi pemakaman lokal, disini lumayan oke kalau untuk berdagang sate gagak, hanya saja diperlukan kuncen setempat untuk permintaan ijinnya (ya ibarat kata kita " bertamu ya "). Coba kita cari lokasi lainnya dulu sebelum memutuskannya.
Kedua, lokasi pegunungan, disini juga lumayan oke untuk berdagang sate gagak, hanya saja menurut informasi biasa yang akan jadi pembeli kebanyakan akan datang dari kaum jin (mau kaum jin yang badannya kecil kecil, mau pun kaum jin yang badannya besar besar bahkan ada yang bisa sebesar pohon beringin tua). Dalam hati kami berlima, kami langsung merinding dibuatnya.
Ketiga, lokasi gedung tua tak berpenghuni, dari segi lokasi juga masuk syarat untuk ritual misi pesugihan sate gagak. Tempatnya hening, kosong, tak banyak orang lalu lalang, banyak sudut sudut untuk dijadikan tempat tongkrongan pembeli sate gagak nanti.
Baiklah saatnya kami berlima memutuskan akan memakai lokasi berdagang yang mana diantara ketiga calon lokasi untuk ritual misi pesugihan sate ini. Kami sepakat akan mencoba lokasi pemakaman lokal terlebih dahulu, kami langsung menghubungi kuncennya untuk meminta ijin berdagang dalam waktu dekat ini.
Kuncen pemakaman lokal setempat memperbolehkan kami untuk berdagang hari Jumat malam esok lusa, dengan syarat jangan berbuat gaduh di area pemakaman, karena mengingat ini adalah tempat peristirahatan bagi yang telah tiada.
Kuncen pun mengusulkan kami melakukan ritual misi pesugihan sate gagak di bawah sebuah pohon besar diujung dari pemakaman ini. Karena kalau dilihat dari batas pandang manusia, tidak akan keliatan mencolok jika kami berlima melakukan ritual misi pesugihan sate gagak ini. Memang kami memerlukan sedikit privasi dan keselamatan dari kami berlima.
Hari H tiba, kami berlima sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan dalam ritual misi pesugihan sate gagak. Diantara kami berlima yang paling terlihat seru dan sibuk adalah Bu Siti. Dia harus mempersiapkan menu menu untuk berdagang sate gagak ini (walau terlihat sederhana, pembeli ghaib harus dilayani dengan baik layaknya seperti melayani pembeli dari kaum manusia).