Pesugihan sate Gagak Mang Yopi

Shinbul
Chapter #22

Pelanggan Ketiga - Pocong Gigi Merah

Semalam setelah menutup lapak berjualan sate gagak, kami berlima mengadakan rapat tertutup yang hanya dihadiri oleh kami berlima. Kami cukup takjub dan puas dengan pencapaian tiga hari berjualan sate gagak ini, kami pikir akan mulai menetapkan harga serius untuk penjualan sate sate gagak ke depannya, karena kami pikir sudah cukup memberi harga diskon untuk awal permulaan. Karena target kami adalah omset penjualan yang harus makin maju dari hari ke harinya.

Hari ini adalah hari keempat kami berlima berdagang sate gagak. Seperti biasa kami sudah mempersiapkan semuanya dengan amunisi penuh, karena mengingat kemarin hasil dagangan kami terjual habis tak bersisa. Hari ini kami hanya kebagian pasokan sate gagak 300 tusuk (dikarenakan pasokan daging gagak memang lagi susah). Tak apalah yang penting ada yang harus kami jual malam ini, kataku saking bersemangatnya. Aku pun langsung melirik kuah kuahan istimewa yang sedaritadi mengeluarkan kepulan asap yang menggugah selera.

Dari kejauhan tampak Kak Kurnia dan Teh Pitri selalu setia mengawal dan menjaga kami semua, tanpa ragu mata awas mereka selalu mengawasi kami dengan sempurna. Karena itulah tanggung jawab yang harus mereka amalkan dalam bertugas sepanjang malam selama 3 jam ke depan. Seperti biasa kami berlima hanya berdagang dari jam 12.00 tengah malam hingga jam 03.00 dini hari, tidak boleh lebih atau pun kurang waktunya. Semua harus pas selama 3 jam.

Tiba tiba terdengar suara gemerisik seperti bunyi rumput yang terkena gesekan sesuatu, langsung kami semua berjaga jaga dengan waspada, walau aku tetap setia membakar sate sate gagak aku, tapi hatiku berasa keluh menantikan siapakah gerangan yang akan menampakan dirinya dihadapanku.

Yang ditunggu akhirnya tiba, sesosok Pocong dengan gigi gigi merahnya yang tampak sangat menakutkan, apalagi jika dia sedang tertawa, SUMPAH, SUNGGUH MENAKUTKAN! Makin lama semakin dekat, aku pun sampai bisa tercium bau amis darah dari giginya itu. Aku pun harus bisa menahan diriku untuk tidak terbawa suasana ketakutan aku sendiri, tetap mencoba fokus kembali ke dalam ritual misi pesugihan sate gagak ini.

Lihat selengkapnya