Pesugihan sate Gagak Mang Yopi

Shinbul
Chapter #23

Pelanggan Keempat - Nenek bertongkat emas

Kami berlima sudah berdagang memasuki hari kelima hari ini, dengan tekad yang bulat kami tetap bersemangat untuk memulai kelanjutan ritual misi pesugihan sate gagak ini hari demi hari. Dengan rata rata penjualan sate gagak yang cukup laku keras dipasaran makhluk makhluk ghaib, bolehlah kami sedikit berbangga hati, kalau apa yang kami inginkan mulai satu persatu terkabul. Semua itu melalui perjuangan yang tidak sedikit rasanya.

Di hari kelima ini, seperti biasa aku membawa 700 tusuk sate sate gagakku beserta dengan panci panci berisi kuah kuahan yang istimewa ini yang semuanya khusus dibuat untuk makhluk makhluk ghaib penggemarnya. Aku masih belum berani membawa lebih banyak lagi sate sate gagakku, dikarenakan masih belum menemukan penggemar setia yang benar benar mengidolakan daganganku ini. Mungkin jika kedepannya menemukan penggemar setia yang luar biasa, aku akan membawa lebih banyak sate sate gagakku ini. Jadi istilahnya sekarang cek cek ombak dulu gitu loh.

Penggemarku baru ada dua makhluk, yang pertama Nenek berkerudung merah, yaitu penunggu makam keramat disebelah sana itu. Yang kedua, yaitu Gerombolan tuyul hitam yang suka rusuh dan meneror korbannya itu. Tentu saja masih jauh dari realita penggemar dari sate sate gagakku, yang aku harapkan semua makhluk makhluk ghaib harus mampir untuk membeli sate gagakku ini.

Asap asap sudah mulai mengepul beraroma daging sate yang terbakar. Rasanya gurih manis dan menggoda selera. Dan benar saja tak berapa lama, Pak Xander menelponku, dia memberi aba aba untuk bersiaga. Karena terlihat dari kejauhan ada siluet penampakan makhluk ghaib yang dari cara jalannya, seperti nenek nenek dengan tertatih tatih memakai tongkatnya dia mendekatiku. Raut wajahnya tampak biasa saja seperti wajah nenek nenek sepuh pada umumnya, namun ada satu yang mengalihkan pandanganku, yaitu ke tongkat ulir yang dia bawa, semua dibalur oleh emas. WAH!

ANAK MUDA, KAU SEDANG MEMBAKAR APAKAH ITU? WANGINYA SUNGGUH HARUM. AKU DATANG INGIN MENCOBANYA! Dengan suara seraknya, Nenek itu berkata kepadaku. Aku menjawab, Nek ini adalah sate gagak. Nenek mau mencobanya?

Lihat selengkapnya