Pesugihan sate Gagak Mang Yopi

Shinbul
Chapter #29

Teror Dendam Berakhir

Untung saja aku dan kakakku merupakan garis keturunan murni dari sisilah keluarga besarku. Dan tentu saja hal ini merupakan suatu nilai plus dalam menghadapi kasus sebesar ini (maksudnya disini adalah menghadapi kasus di mana Hantu / Roh Penunggu / Setan yang termasuk dalam kategori level atas / tinggi yang agak sulit untuk di usir atau dipindahkan). Menurut kami ini adalah kasus yang cukup sulit dan menantang untuk kami atasi. Namun kami yakin bahwa aku dan kakakku mampu mengatasi kasus ini. PEDE BANGET YA KAMI INI! HAHA HAHA!

Dengan kemampuan Mata Batin Super Spesial yang merupakan salah satu ciri khas khusus dari keturunan murni dari keluarga besarku (Kemampuan panca indra keenam atau perantara perasaan di dalam diri manusia yang bersumber dari kepekaan jiwa dan hati. Kemampuan ini dipakai untuk merasakan, memahami makna tersembunyi, atau melihat hal-hal bersifat ghaib dan spiritual yang tidak kasat mata. Dipersepsikan juga sebagai kemampuan supranatural guna meraba atau melihat energi, makhluk halus, serta kejadian ghaib. Selain itu orang yang memiliki Mata Batin Super Spesial ini biasanya jiwanya lebih stabil karena menganggap dunia gaib dan nyata berdampingan secara logis, karena didapatkan dari garis leluhur spiritual yang kuat sehingga energinya lebih stabil, dan kami pun memiliki kontrol penuh kapan harus melihat dunia ghaib dan kapan harus hidup normal, sehingga tidak mengganggu kesehatan mental kami). Aku dan Kak Damar pun segera memejamkan mata dan mengaktifkan mata batin kami berdua secara otomatis dan segera mencari posisi letak kedelapan guci yang dimaksud oleh Ibu Kunti itu. Kami berharap dapat menemukan secepatnya kedelapan guci itu dan mengembalikannya kepada Ibu Kunti dan dengan segera Teror dendam berdarah ini segera berakhir!

Mencari kedelapan guci itu sepertinya sedikit lebih sulit dari yang kami berdua perkirakan, letak guci-guci itu berada cukup dalam dari hutan di kaki gunung dan dilapisi oleh jimat mantra-mantra khusus dari sang dukun. Setiap kami berdua mencoba masuk ke dalam, selalu saja dihadang oleh segerombolan kabut hitam pekat yang sangat menusuk seperti tusukan beribu-ribu jarum, untungnya aku dan kak Damar bukan manusia biasa (kami berdua mempunyai Ilmu kebal warisan leluhur kami, namanya Ilmu Taguh (Ilmu kuno yang merupakan ilmu pertahanan diri kuno dari masyarakat Banjar dan mitos Saranjana agar tubuh mereka kebal dari senjata tajam maupun peluru. Kakek leluhurku memang berasal dari Kota Saranjana, suatu legenda urban dan mitos tentang sebuah kota ghaib yang diyakini berada di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dan juga dipercaya terletak di Pulau Laut, tepatnya di sekitar Teluk Tamiang atau sebuah bukit di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan).

Bau kematian semakin pekat menyelimuti kami bertujuh, bau yang kalau dijelaskan itu seperti aroma khas yang muncul akibat proses dekomposisi atau pembusukan jaringan biologis setelah makhluk hidup mati. Bau ini sangat menyengat dan sulit dilupakan karena merupakan kombinasi dari berbagai gas dan senyawa kimia yang dilepaskan oleh bakteri saat mengurai tubuh. Pokoknya bau banget! Selama disana, aku dan kak Damar sengaja menotok indera penciuman kami masing-masing, demi menjaga kelancaran proses pengambilan kedelapan guci ke depannya.

Lihat selengkapnya