Peta Rumah Yang Hilang

Oleh: Fridolynus Sada

Blurb

Bagi Arka, presisi adalah segalanya. Sebagai arsitek di Jakarta, ia terbiasa mengukur dunia lewat sudut siku-siku dan kalkulasi beton yang dingin—benteng teraman untuk melarikan diri dari masa lalu dan sesahutan gergaji di bengkel kayu ayahnya.

Namun, benteng itu runtuh saat panggilan telepon dari Kirana memaksanya pulang. Ayah mereka, seorang mantan perajin kayu jempolan, perlahan kehilangan ingatan akibat demensia.

Kembali ke rumah masa kecilnya di pesisir, Arka berhadapan dengan Kirana yang menyimpan dendam sunyi setelah bertahun-tahun memikul beban sendirian, serta Pak Hendra yang terperangkap dalam lorong waktu acak—kadang menyambut Arka sebagai anak sekolah, lalu detik berikutnya menatapnya curiga sebagai orang asing.

Di antara tawa di meja makan tua yang bisa sirna dalam hitungan detik dan sebuah lemari jati setengah jadi yang tertunda belasan tahun di bengkel belakang, Arka mendapati bahwa retakan terbesar dalam hidupnya bukan terjadi pada bangunan yang ia rancang, melainkan pada keheningan keluarga yang dibiarkan menumpuk.

Sebuah kisah emosional tentang tawa yang tersisa, jarak yang terbentang di antara mereka yang terikat darah, dan keberanian untuk meruntuhkan gengsi demi menemukan arti "pulang" yang sesungguhnya.

Lihat selengkapnya