Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #12

Bab 12: Peta yang Menemukan Jalan Pulang

Sore itu, angin laut berembus membawa kesejukan yang tenang di sepanjang pekarangan rumah. Di depan bengkel kerja belakang, kerangka lemari pakaian kayu jati yang pernah terbengkalai selama bertahun-tahun kini telah berdiri tegak dan utuh. Permukaannya berkilau halus di bawah bias rona jingga matahari senja, memantulkan warna cokelat keemasan yang hangat. Setiap sambungan kayunya terkunci presisi, mengapit hasil kerja keras empat pasang tangan yang saling melengkapi.


Arka berdiri di samping lemari itu sambil memegang kain lap bersih yang dibasahi minyak pelitur. Di sebelahnya, Pak Hendra mengusap ukiran daun melati di bagian mahkota lemari dengan telapak tangannya yang gemetar namun lembut. Wajah sang ayah tampak begitu damai, memancarkan kepuasan mendalam yang tak tertandingi oleh puluhan proyek gedung megah yang pernah Arka rancang di ibu kota.


"Lemari ini sudah selesai, Pak," bisik Arka pelan, menatap mata ayahnya dengan rasa haru yang membuncah.


Pak Hendra menoleh, menatap Arka dengan pandangan yang teramat jernih—sebuah momen langka di mana kesadaran sang ayah hadir sepenuhnya tanpa tertutup kabut kepikunan sedikit pun. Beliau menepuk bahu Arka pelan, lalu merengkuh kepala anak laki-lakinya itu ke dalam dadanya.

Lihat selengkapnya