Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #15

Bab 15: Surat dari Kota Selatan

Garis pantai pesisir barat perlahan diselimuti kabut tipis ketika sebuah amplop cokelat tebal berstempel dinas tiba di meja studio Arka. Surat itu datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Selatan, membawa tawaran proyek restorasi rumah adat tua yang telah mangkrak selama belasan tahun. Bagi Arka, proyek ini adalah ujian pertama untuk membuktikan bahwa studio kayu yang dibangunya bersama sang ayah sanggup menangani bentang struktur berskala besar tanpa kehilangan sentuhan jiwanya.


"Mereka mau bangunan itu dirombak total pakai bahan modern, Mas," kata Kirana sambil meletakkan lembaran berkas kerangka acuan kerja di samping laptop Arka. "Tapi dalam spesifikasi teknisnya, mereka minta ornamen kayunya tetap mempertahankan teknik pahat kuno pesisir."


Arka memandangi berkas-berkas tersebut. Nilai kontrak yang ditawarkan cukup besar untuk menjamin keberlangsungan studio mereka hingga dua tahun ke depan. Namun, ada satu syarat utama yang membikin dadanya berdesir: Arka harus bertolak ke Kota Selatan selama dua minggu penuh untuk memimpin survei lokasi dan memetakan struktur kayu tua yang nyaris roboh itu secara langsung.


Dua minggu meninggalkan rumah berarti menyerahkan seluruh rutinitas perawatan Pak Hendra kembali ke pundak Kirana.


Lihat selengkapnya