Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #17

Bab 17: Surat Pahat dari Masa Lalu

Arka menghabiskan malam di kamar penginapan kecil tak jauh dari lokasi tapak proyek. Di bawah pendar lampu meja yang kekuningan, ia membentangkan lembaran kalkir dan mulai memetakan tiap senti kerusakan struktur atap rumah adat tersebut. Namun, pikirannya terus melayang pada tanda pahat H.S. 1984 yang tersembunyi di balik tumpukan debu dan jaring laba-laba.


Ia merogoh ponselnya lalu menekan tombol panggilan video ke rumah. Setelah beberapa nada sambung, wajah Kirana muncul di layar, disikuti oleh bayangan Pak Hendra yang sedang duduk di sebelah meja makan sambil memegang cangkir sengnya.


"Mas Arka? Sudah sampai di penginapan?" tanya Kirana.


"Sudah, Ra. Boleh Mas bicara sama Bapak sebentar?"


Kirana menyerahkan ponsel itu kepada ayahnya. Pak Hendra mendekatkan wajahnya ke layar hingga hanya terlihat dahinya yang berkerut dan matanya yang menyipit menatap gambar Arka.


Lihat selengkapnya