Hujan deras mengguyur Kota Selatan sejak subuh, membawa angin kencang yang menghantam atap seng penginapan Arka. Ketika Arka tiba di lokasi tapak proyek, situasi sudah kacau. Salah satu tiang penyangga bagian barat yang lapuk tidak kuat menahan beban air hujan yang menggenangi terpal pelindung sementara. Air merembes deras, mengancam runtuhnya konstruksi balok bubungan utama yang belum sempat dikunci dengan pasak ganda pengganti.
Para pekerja lokal panik. Beberapa di antaranya berniat memotong balok penyangga utama memakai gergaji mesin untuk mencegah seluruh atap roboh.
"Jangan dipotong!" teriak Arka, berlari menembus tirai hujan kencang. "Kalau balok itu dipotong, seluruh kaitan struktur atap ini bakal runtuh seketika!"
Dengan tubuh basah kuyup, Arka memanjat steger bambu yang licin. Mengingat instruksi ayahnya semalam, Arka meraba spie kunci kuno di pangkal tiang utama. Menggunakan palu kayu dan pahat baja, ia memukul baji pengunci dari arah bawah dengan pola ketukan yang diperagakan Pak Hendra melalui telepon.