Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #20

Bab 20: Murid Pertama Studio

Kabar tentang keberhasilan restorasi awal rumah adat di Kota Selatan serta keunikan metode pertukangan kayu gabungan yang diusung oleh Arka dan Pak Hendra mulai menyebar luas. Cerita tentang keahlian dua generasi arsitek dan perajin tua yang meleburkan presisi modern dengan kearifan lokal itu mendatangkan apresiasi dari berbagai komunitas arsitektur dan kriya daerah.


Pada awal bulan berikutnya, seorang pemuda lokal bernama Bayu datang ke bengkel belakang rumah mereka. Lulusan SMK Pertukangan yang sempat kebingungan mencari arah pekerjaan itu berdiri canggung di ambang pintu bengkel, memeluk kotak kayu berisi seperangkat pahat tua dan gulungan gambar kasar miliknya.


"Permisi... Saya Bayu, Mas," katanya dengan suara gugup. "Saya dapat cerita dari orang-orang desa tentang rumah adat di Kota Selatan. Kalau boleh, saya mau belajar teknik pertukangan kayu tradisional pesisir sama Pak Hendra dan Mas Arka di sini."


Arka memandangi pemuda itu, lalu menoleh ke arah Pak Hendra. Sore itu, ingatan sang ayah sedang berada di fase yang jernih dan tenang. Pak Hendra berdiri dari kursi goyangnya, berjalan perlahan mendekati Bayu, lalu tanpa sepatah kata pun mengambil salah satu pahat baja milik pemuda itu dari kotaknya.

Lihat selengkapnya