Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #24

Bab 24: Sketsa Rumah Terakhir

Setelah tiga hari bertarung melawan demam tinggi, kondisi Pak Hendra perlahan membaik. Musim kering masih menyengat di luar, tetapi pagi itu angin laut berembus cukup sejuk, membawa aroma garam dan dedaunan kering yang menenangkan. Pak Hendra meminta Arka membantunya duduk di teras samping rumah, tepat di bawah naungan pohon mangga rindang yang ditanam almarhumah ibunya puluhan tahun lalu.


"Ar..." panggil Pak Hendra dengan suara halus namun jernih. Matanya pagi itu tampak berbeda—tidak ada tatapan kosong atau kabut kebingungan. Ada pendar kesadaran yang amat tenang di sana.


"Iya, Pak? Bapak butuh minum?" tanya Arka sigap.


Pak Hendra menggeleng pelan. "Ambilkan kertas gambar dan pensilmu."

Lihat selengkapnya