Peta Rumah Yang Hilang

Fridolynus Sada
Chapter #28

Bab 28: Peta yang Telah Ditemukan

Satu tahun berlalu sejak kepergian Pak Hendra. Musim berganti, namun kehidupan di pesisir barat melaju dengan ritme yang baru dan penuh harapan.


Balai Kerajinan Tenun Pesisir kini menjadi pusat kegiatan kebudayaan dan kriya yang hidup. Ratusan penenun lokal beraktivitas di bawah naungan struktur kayu jati yang megah, sementara para pemuda desa mulai belajar seni pertukangan tradisional dari Bayu dan Arka di studio yang terus berkembang.


Di bengkel belakang rumah, Arka duduk di meja kerja utama. Di depannya terbentang sebuah lembaran kayu jati tipis yang dihaluskan dengan sempurna. Menggunakan pahat kecil bermata miring milik almarhum ayahnya, Arka mengukir detail terakhir dari papan nama baru yang akan dipasang di gerbang depan rumah mereka.


Kirana melangkah masuk membawa gulungan kain tenun motif pesisir terbaru karya komunitasnya—sebuah perpaduan warna biru laut dan cokelat serat kayu yang amat anggun. Ia menghampiri Arka, lalu berdiri memandangi ukiran kayu di tangan kakaknya.


"Sudah selesai, Mas?" tanya Kirana dengan senyum hangat.

Lihat selengkapnya