Peter Mint ~Miracle of Evolution~

R.J. Agathias
Chapter #2

Grimoire dan sebuah Nubuat (Part 02)

Menurut legenda, Titan sangat ditakuti oleh makhluk lainnya. Tidak heran jika Kreyya mengatakan bahwa peperangan berhenti karena kehadiran makhluk itu. Akan tetapi, tidak semua dari mereka percaya dengan apa yang diceritakan peri tersebut.

Terutama Lindan yang menyaksikan sebuah nubuat dengan mata kepala sendiri. Nubuat itu muncul pada grimoire yang ditemukannya di gua, dia tidak mempercayai ucapan si peri Kreyya. Dia hanya percaya bahwa burung garuda, sang legenda pada simbol yang terukir di buku sihir itulah yang mampu menghentikan peperangan saat itu.

Dari sini tentu terlihat jelas, para peri percaya bahwa Titan yang melakukan semua itu. Sementara itu, para kurcaci lebih mempercayai ucapan Lindan dan buku sihir yang kini sudah permanen menjadi miliknya.

Sepuluh tahun telah berlalu, pemukiman perlahan dibangun kembali. Tanpa disadari, bukit di ujung selatan ditumbuhi tanaman yang sangat jarang ditemui oleh para makhluk yang sudah lama tinggal di sana.

“Lihat, ukuran tanaman ini besar sekali,” ujar kurcaci bernama Kelly.

“Belum pernah aku melihat ukuran daun sebesar ini,” timpal peri bunga bernama Rous.

Banyak yang berdatangan saat berita keanehan ini mulai tersebar ke pelosok pemukiman peri dan pemukiman kurcaci. Mereka bertanya-tanya tanaman dan daun jenis apakah itu. Semua pertanyaan mereka terjawab oleh salah satu kurcaci petualang bernama Nomada.

“Dari bentuk daunnya, itu adalah daun mint. Tapi, baru pertama kali kulihat sebesar ini ukurannya,” ucap Nomada sambil mengusap-usap kepalanya.

Sontak hal itu membuat semua orang di sana menjadi hening terdiam. Masih ingat dengan kalimat dari nubuat yang ditemukan oleh tetua mereka, Lindan. Yaitu mengacu pada baris ke dua yang berbunyi “Daun Mint mengeluarkan air raksa, kayu yang tersentuh akan menua”.

Perlahan mereka mundur teratur, menjauhi tumbuhan itu terutama para kurcaci yang terlahir dari batang pohon kayu di hutan. Mereka takut akan kehancuran dan kebinasaan bangsa mereka karena dasar dari elemen mereka adalah jenis dari kayu.

Ketika semua telah menjauhkan diri dari tumbuhan itu, hanya ada Lindan dan Loas yang masih menyelidiki daun mint tersebut. Mereka mengitari beberapa kali tumbuhan itu di mana batang diameternya yaitu setengah meter.

Mereka masih memikirkan teka-teki pada nubuat itu, tidak menyangka kalimat ke dua sudah terjadi yaitu tumbuhnya daun mint di habitat mereka. Yang mereka tunggu adalah kalimat setelahnya yaitu mengenai air raksa dan kayu yang menua. Apakah ini ramalan akan kehancuran bangsa kurcaci, itu pun masih menjadi misteri bagi mereka.

“Tuan, apa yang harus kita lakukan? Menebangnya?” tanya Loas seraya mencari tahu apa keputusan Lindan.

“Jangan, kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Biarkan takdir mengalir dengan apa adanya,” jawab Lindan dengan bijak.

Lihat selengkapnya