Peter Mint ~Miracle of Evolution~

R.J. Agathias
Chapter #16

Pemberontakan (Part 03)

Peter dan sang Pangeran mengikuti Luna, mereka melewati jalur yang dikatakan Mikato sebelumnya. Kemudian mereka berdiam tepat sebuah dinding besar serta di kedua sisinya ada sebuah patung kecil.

“Merapatlah pada dinding ini,” ujar Pangeran.

“Kenapa?” Peter kebingungan sedangkan Luna paham karena sudah mengetahui itu dari Mikato.

Sang Pangeran menekuk patung kecil yang ada disebelahnya dan membuat dinding bergerak memutar, membuat mereka bertiga masuk ke ruangan di balik dinding tersebut. Itu adalah jalur khusus untuk seorang Pangeran jika sewaktu-waktu dalam keadaan kritis harus menyelamatkan diri. Seperti sekarang ini misalnya.

“Ini adalah ruang rahasia untuk bersembunyi. Akan tetapi, lambat laun ruangan ini pasti mereka periksa juga. Kita harus terus melanjutkannya dengan keluar dari istana ini,” ucap Pangeran.

“Caranya?” tanya Peter.

“Lewat sana,” tunjuknya.

Pangeran menunjuk sebuah perapian kosong yang ada di ruangan itu. Bukan perapian biasa, melainkan sebuah jalur khusus yang menghubungkan ruangan dalam istana menuju belakang luar istana. Itu adalah jalan teraman jika ingin kabur dari istana.

“Hebat, bangunan ini penuh dengan kejutan,” ucap Peter dengan penuh takjub.

“Ayo, kita segera keluar dari sini. Lalu, kita akan bergabung dengan pasukan khusus agar kita semua aman,” ajak Pangeran.

Mereka bertiga satu per satu memasuki perapian kosong itu. Seperti sebuah seluncuran besar nan panjang, mereka meluncur dengan lumayan cepat meski berkelok-kelok dan berakhir di belakang istana yang penuh dengan rerumputan. Karena Peter yang lebih dulu memimpin jalan, sehingga mereka bertiga bergontok-gontokkan saling bertindih dan Peter berada paling bawah tumpukkan.

“Bi-bisa kalian me-menyingkir, be-berat,” kata Peter dengan suara yang berat.

“Pe-Peter. Maaf!” Luna segera bangkit kemudian disusul Pangeran.

Peter masih dalam keadaan tengkurap, kemudian merasa nyaman ketika Luna dan Pangeran sudah tidak menindihnya lagi.

Belum dia bernapas lega, Luna menyuruh Peter untuk segera bangkit dan kembali melanjutkan pelarian mereka.

“Ayo, berdiri. Kita masih belum aman!” ucap Luna sambil membantu Peter berdiri.

Peter segera bangkit berdiri, mereka pun segera berlari keluar dari istana dan bergabung dengan pasukan khusus yang dibicarakan oleh Pangeran tadi.

“Itu mereka,” tunjuk Pangeran.

Benar saja, pasukan khusus itu telah berkumpul bersama dengan ratusan tahanan yang kabur termasuk Mikato.

“Pangeran, kau baik-baik saja?” tanya Mikato dengan menekuk lutut sebelah, tanda hormat.

Lihat selengkapnya