Peter Mint ~Miracle of Evolution~

R.J. Agathias
Chapter #20

Negeri yang Berbeda (Part 03)

Suatu hari Vyar dan Wolja keluar dari zona negeri penyihir, ini karena pangeran satu ini sedang menunggu informasi dari Mikato. Vyar meminta tolong kepada Wolja untuk menemaninya keluar dari negeri penyihir dan menuju perbatasan jalur Wasteland.

Ada sebuah petunjuk mengenai informasi yang sengaja ditinggalkan oleh bawahan Mikato untuk diberikan kepada Vyar. Pangeran cerdas ini sudah menduga bahwa Mikato akan mengirimkan informasi dengan rahasia tanpa diketahui oleh siapa pun.

Sementara Peter dan Luna masih belajar dengan tekun pada pelajaran ilmu sihir, Yura sibuk dengan urusan juga misi rahasianya. Maka, Vyar ditemani Wolja mencari informasi penting yang harus segera dia dapatkan. Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, mereka segera kembali ke negeri penyihir.

Kepulangan mereka tanpa disadari telah dibuntuti oleh Shadow Elf dan tentaranya. Mereka menyadari bahwa lokasi grimoire milik Seita—Shadow Elf yang dibunuh oleh Yura di hutan Bornero—berada di negeri penyihir.

“Akhirnya, kita menemukan tempat persembunyian The Wizard,” ucap pemimpin Shadow Elf bernama Moris.

Moris adalah putra dari King of Shadow Elf, hingga dijuluki sebagai sang putra kegelapan. Para tentaranya kini diperintahkan untuk segera menyusup ke negeri para penyihir. Dia merencanakan teror perlahan sekaligus mencari grimoire kegelapan milik Seita, yang kini dipegang oleh Yura.

Shadow Elf adalah makhluk yang cerdas, cepat, dan licik. Mereka memiliki siasat untuk lolos dari mantra perlindungan yang digunakan oleh para The Wizard untuk melacak mana kegelapan. Ada yang membuat pelacakan mana kegelapan terhalangi, tentu saja karena grimoire kegelapan yang sudah masuk ke negeri penyihir dan itu ulah Yura.

Hal itulah yang membuat Shadow Elf mampu menerobos negeri penyihir dengan mudah tanpa diketahui. Inilah misi rahasia Yura dengan memasuki negeri penyihir sambil membawa grimoire kegelapan yang akan membahayakan semua penduduk di sana.

Teror diawali dengan mengkontaminasi aliran air bersih menjadi kotor. Beberapa makhluk seperti Goblin, Pixie, peri, bahkan kurcaci muntah-muntah dan sakit. Setelah meminum air dari tempat biasa mereka mengambil air yang sudah terkontaminasi.

The Wizard, The Sorcerer, dan Archmage merupakan petinggi dari negeri penyihir segera menyelidiki kasus yang terjadi. Peter dan kawan-kawan sendiri juga merasa penasaran apa yang tengah terjadi pada negeri penyihir yang begitu damai ini.

Teror berikutnya adalah sebuah kematian yang dialami makhluk-makhluk kerdil secara massal. Bangsa kurcaci pun tidak luput dalam teror tersebut, membuat Luna dan Peter merasa waspada dengan keadaan itu. Menurut para petinggi negeri penyihir, kematian mereka seperti terkena kutukan mantra yang merenggut nyawa mereka.

Hampir selama satu minggu, negeri itu dilanda teror yang mengerikan. Yura, selama ini menyebarkan aura kegelapan yang muncul dari grimoire kegelapan yang dipegangnya, adalah sinyal bagi para Shadow Elf untuk melacak mana kegelapan itu.

Itulah yang menuntun mereka memasuki negeri para penyihir, inilah misi rahasia Yura yang sebenarnya. Sayangnya Peter dan kawan-kawan belum menyadari itu.

Setelah merasa negeri penyihir dilanda kekacauan parah, barulah Moris beserta tentaranya muncul secara terang-terangan dan membuat keadaan negeri tidak terkendali.

Mereka tertawa meringkik dan terbang ke sana ke mari dengan sihir yang mampu melawan gravitasi, dengan merapal mantra “Gravio Puss” mereka menggunakan mana untuk terbang dan membuat kekacauan lain seperti merusak bangunan juga kemampuan merusak lainnya.

Maka, semua petinggi negeri penyihir keluar untuk menghadapi Shadow Elf. The Wizard, The Sorcerer—petinggi setara The Wizard bergender wanita—serta Archmage—komandan pemimpin tertinggi—maju berperang untuk menghadapi para pembuat kekacauan itu.

Langit berkelap-kelip saat beradu mantra sihir, awan gelap menyelimuti negeri penyihir terasa seperti tidak ada masa depan lagi. Peter, Luna, dan Vyar melihat kengerian para Shadow Elf itu.

Mereka sangat kejam dan tidak kenal rasa ampun. Membunuh dengan mantra sihir setiap makhluk yang tidak sengaja mereka temui.

Ada beberapa Shadow Elf yang mendekati ketiga sekawan itu, Luna dengan sigap membuat sihir proteksi agar terhindar dari serangan Black Magic yang dilontarkan para Shadow Elf.

Lihat selengkapnya