Vyar kembali ke kastil Xabran dan menemui Mikato.
“Yang Mulia Pangeran, senang Anda masih selamat,” ucap Mikato sambil menekuk lututnya sebelah dan memberi hormat.
“Kita harus cepat menyelesaikan misi besar kita. Karena aku membutuhkan kalian untuk menyelamatkan kawanku, dia membutuhkanku di sana,” ucap Vyar.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Mikato.
“Misi kita gagal di tujuan yang terakhir. Bukan saja gagal, aku bahkan tidak bisa menyelamatkan Peter,” kata Vyar dengan menunduk sedih.
“Dia memilih menyelamatkanku dan membiarkan dirinya tertangkap,” ucapnya lagi.
“Begitukah?! Duduklah dulu Yang Mulia, tenangkan pikiranmu,” kata Mikato, mencoba menenangkan Vyar terlebih dahulu.
“Aku berjanji, setelah misi kita selesai. Aku akan menjadi yang pertama membantumu menyelamatkan Peter. Walau bagaimanapun dia juga adalah salah satu muridku.”
“Terima kasih, Mikato. Mungkin karena ini juga aku menganggap dia seperti adik kecilku,” kata Vyar.
“Dia memang adikmu, adik seperguruanmu.” Ucapan Mikato membuat sang Pangeran merasa senang dia mengatakan itu.
Hari menaklukan Raja Charidas ke tiga telah sempurna. Mikato sudah mempersiapkan segalanya sebelum benar-benar memasuki kerajaan. Sudah ada puluhan mata-mata serta ratusan penyamar yang menjadi warga sipil dan prajurit tingkat bawah untuk melumpuhkan sistem kerajaan.
Jika waktunya sudah tiba, Mikato bukan hanya menyerang dari luar. Akan tetapi, melumpuhkan kerajaan dari dalam. Misi ini mampu tercapai karena pemerintahan raja sekarang kurang bijak, banyak yang ingin raja sekarang segera turun tahta. Lalu, memberikan tahta kepada penerusnya yaitu Pangeran Vyar.
“Persiapan telah selesai, Yang Mulia,” ucap Mikato yang melaporkan semua keadaan yang terjadi.
“Ayo, kita berangkat!” titahnya.
Bersama dengan ribuan prajurit, seratus Swordmaster, dan seorang Paladin yaitu Mikato. Vyar memimpin semua pasukan itu untuk menaklukan negerinya sendiri dari kuasa sang ayah. Dengan menaiki kuda, Pangeran Vyar menuju tahta yang akan menjadi miliknya nanti.
Jika diingat kembali, masa lalu sang pangeran tidaklah semenyenangkan anak-anak lain. Dirinya hanya dimanfaatkan untuk keperluan politik dan kekuasaan dalam pemerintahan. Dia hanya belajar bagaimana menjadi seorang raja, tetapi tidak mendapat perhatian atau pun kasih sayang. Beruntung Mikato menjadi bawahan Vyar yang paling setia dan paling dekat.
Baginya, berpetualang bersama Peter, Luna, dan yang lainnya adalah pengalaman yang amat sangat menyenangkan.
Banyak pengalaman yang dia temukan seperti keberanian, persahabatan, saling menyayangi, saling mempercayai, sebuah ketulusan, bahkan harapan dan impian.
Itu semua adalah sesuatu yang ingin Vyar capai bersama dengan Peter, janji akan kesetiaannya membantu Peter adalah janjinya hingga mati. Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil hak atas tahta dan memperbaiki sistem di kerajaan.