“Euh … jadi, kau makhluk tertua saat ini?” tanya Peter setelah mendengar cerita masa lalu Valkos si Hydra.
“Seharusnya begitu. Hanya saja di atas langit tentu ada langit juga. Aku bukanlah satu-satunya makhluk terbuas dan tertua di dunia ini,” jawab Valkos.
“Dalam cerita itu, wujudmu masih seekor ular raksasa biasa. Lalu, bagaimana Anda mendapatkan empat kepala lainnya?” tanya Peter lagi.
“Semua ini bermula setelah aku berhasil menaklukan para Centaur dan menjadi bawahanku, serratus tahun telah berlalu sejak wujudku masih seekor ular biasa,” jelasnya.
Diceritakan bahwa mantra sihir Viskal adalah awal dari bagaimana kepala lainnya terbentuk. Usia Valkos sudah semakin menua, saat dirinya merasa akan tiba waktunya untuk mati. Rupanya sihir Viskal mencegahnya untuk mati.
Bukannya menghadapi kematian, melainkan berganti kulit dan membuat Valkos menjadi lebih muda serta ukurannya semakin bertambah besar. Bukan itu saja, kepala lainnya muncul di sisi kanan hingga terbentuklah Valkos si ular berkepala dua.
Hingga akhirnya bangsa Minotaur menyerang kediaman Valkos dan para Centaur. Sebagai pemimpin yang memegang wilayah itu, Valkos menyerang dengan membabi-buta, hingga berakhir kemenangan. Saat itulah kepala lainnya lagi muncul di sisi kanan, sekarang dia memiliki tiga kepala.
Setiap kepala ular, mereka memiliki sifat masing-masing, kepala asli adalah sosok Valkos yang asli, sedangkan kepala ke dua yang muncul bersifat bijaksana. Lalu, kepala yang paling kanan adalah sifat kebaikannya ketika memaafkan para Minotaur dan menjadikan mereka bawahannya yang paling setia.
Akan tetapi, karena wujudnya besar dan satu-satunya makhluk terkuat tentu saja berita ini akan mudah tersebar dengan sangat cepat. Hingga terdengar sampai ke negeri penyihur.
Kemudian banyak dari mereka mulai menyatakan bahwa Valkos telah mempelajari ilmu sihir gelap untuk menaklukan suatu wilayah. Mereka ketakutan jika suatu saat ular itu kembali dan menyerang negeri penyihir.
Mereka pun berusaha mengirimkan penyihur terbaik untuk memburu Valkos. Padahal itu adalah sebuah tuduhan tidak berdasar, yang lebih parahnya lagi Viskal ikut serta dalam misi itu.
Saat penyerangan itu tiba, Valkos benar-benar merasa marah karena dituduh melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Tidak menyangka para penyihir itu memiliki penilaian yang buruk terhadap dirinya. Yang membuat semakin marah saat Viskal menunjukkan dirinya dan mengutarakan bahwa sihir pemberkatan itu ditujukan untuk menghindarinya dari marabahaya. Bukan merebut wilayah kekuasaan.
Merasa kesal dengan ketidakpercayaan Viskal, sahabat perjalanannya dulu. Muncullah kepala ular lain dari sisi kiri. Simbol atas kemarahan dan kekecewaan dan akhirnya malah membunuh Viskal dengan napas beracun yang dia semburkan langsung.
Para penyihir yang tersisa kemudian ditangkap hidup-hidup dan dikurung selamanya. Penyerangan tidak hanya berakhir di situ. Ada lagi peristiwa yang membuat kepala yang ke lima muncul. Saat penyerangan beberapa Wyvern yang hendak menaklukan Valkos, mereka membuat Valkos kewalahan hingga hampir kalah dalam pertempuran.
Rasa sakit dan rasa cemburu karena Wyvern lebih kuat dari dirinya memicu kepala lain muncul lalu memperkuat daya serang Valkos. Semenjak Valkos memiliki lima kepala, tubuhnya makin kuat dan serangannya mampu membuat Wyvern takluk.
“Anda melewati banyak sekali penderitaan dan cobaan. Sekarang aku mengerti kenapa sifatmu tidak stabil seperti sekarang ini,” kata Peter.
“Lalu, bagaimana dengan Titan yang Anda maksud? Apakah ada hubungannya dengan semua kisah masa lalumu?” tanya Peter lagi.
“Setelah aku mendapat gelar menjadi Hydra, ular naga berkepala lima. Aku memimpin wilayah besar ini dengan memiliki tiga bawahan. Centaur, Minotaur, dan Wyverrn.”