Peter Mint ~Miracle of Evolution~

R.J. Agathias
Chapter #30

Akhir dari Peperangan (Part 01)

Vyar beserta pasukannya telah sampai di kastil Xabran. Begitu bertemu dengan Peter, dia segera berlari dan memeluk erat Peter bersyukur masih dalam keadaan selamat.

“Hei, sudahlah teman. Aku tidak apa-apa,” kata Peter membalas pelukan Vyar dengan senyum di wajahnya.

“Aku telah mengirimkan pesan pada Luna dan teman kita yang lainnya bahwa kau selamat. Kita akan segera mendapatkan balasan pesan beberapa hari ke depan,” kata Vyar, seraya melepaskan pelukannya dan memegang tangan Peter.

“Baguslah, aku pun memiliki informasi yang sangat penting untuk kalian semua,” kata Peter dengan nada yang serius.

“Apa itu?” tanya Vyar.

“Tetapi, sebelum itu. Aku ingin mengetahui dulu, kau berhasil merebut tahtamu ‘kan?” Peter balik bertanya.

“Tentu saja, dengan bantuan Mikato aku menjadi seorang raja sekarang,” kata Vyar.

“Ouh, apakah aku harus memanggilmu Yang Mulia?” tanya Peter sambil memberikan penghormatan.

“Tidak, tidak. Untukmu pengecualian. Aku masih Vyar yang dulu. Jangan sungkan,” kata Vyar.

Tanpa berbasa-basi lagi, Peter menceritakan soal Valkos beserta rahasia di balik peperangan yang terjadi. Itu adalah ulah Titan bernama Coronus, menurutnya ini akan menjadi peperangan yang amat sangat sulit.

“Kau tahu, Peter. Untuk meraih kedamaian dunia, memang seperti inilah tingkat kesulitannya,” ujar Vyar.

“Kau benar, Vyar. Ini adalah tentang kedamaian dunia, tantangannya pun pasti akan sangat sulit,” tuturnya.

“Tapi, kau tidak sendirian. Kami bersamamu, jangan merasa semua beban ada di pundakmu. Itu terlalu sulit,” kata Vyar sambil menepuk bahu Peter.

“Terima kasih. Jika tanpamu juga tanpa mereka semua, impianku tidak akan terwujud,” kata Peter merasa beruntung memiliki sahabat seperti mereka.

“Bukan hanya impianmu, Peter. Di dalamnya terdapat impian semua makhluk di dunia ini,” kata Vyar meluruskan ucapan Peter.

“Iya, kau benar. Impian kita semua.” Peter tersenyum mendengar hal itu.

Setelah dua hari di kastil Xabran, Vyar dan Peter memutuskan kembali ke Bukit Lembah Hijau untuk berkumpul dengan yang lainnya.

Begitu Peter dan Vyar sampai, Peter disambut dengan gembira oleh Yura, Wolja, juga Luna tentunya.

Luna langsung memburu Peter dan dipeluknya dengan erat, lalu menangis terharu.

“Oh, syukurlah kau selamat, Peter,” isaknya sambil memeluk erat Peter.

Peter membalas pelukan yang erat itu,“ Luna, tenanglah. Aku masih hidup dan sehat seperti yang kau lihat.”

Lihat selengkapnya