Di kedalaman hutan yang sunyi, terlihat peri mungil yang dikejar oleh makhluk bertubuh besar dan terlihat mengerikan. Pohon-pohon besar serta ranting yang menjulur di mana-mana membuat makhluk berukuran lebih kecil daripada yang mengejarnya agak kesulitan bergerak.
Daun-daun yang rimbun pun menjadi halang rintang bagi sang peri saat melarikan diri. Lalu, Shadow Elf yang berukuran cukup besar tampak tidak terlalu berpengaruh dengan keadaan itu. Badannya mampu menerobos dedaunan yang lebat itu tanpa masalah.
“Jangan pernah bermimpi bisa lari dari tangkapanku, Makhluk Lemah!”
“Tolong! Berhenti mengejarku!” seru peri tulip biru yang tengah ketakutan dikejar makhluk mengerikan.
Korsac, dia adalah Shadow Elf yang mendapatkan perintah untuk menangkap beberapa makhluk oleh tuannya, King Erser. Kini, tergetnya adalah peri tulip biru yang memiliki Soul Crystal, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh raja Shadow Elf untuk melakukan sebuah ritual kegelapan.
Peri itu masih berusaha lari dari cengkeraman Shadow Elf yang tengah mengejarnya. Berusaha menerobos ranting juga dedaunan yang menghalangi saat melesat terbang. Korsac sendiri pantang menyerah untuk memburu targetnya.
Aksi kejar-kejaran masih terlihat seru, peri tulip biru yang bernama Rosy itu masih berusaha menghindari bahaya yang akan mengancam nyawanya. Yaitu untuk tidak tertangkap oleh Korsac, sang Shadow Elf.
“Menjauh dariku! Aku tidak pernah sudi harus ditangkap olehmu!” teriak Rosy, sambil terus mempercepat laju terbangnya.
“Makhluk lemah yang sangat keras kepala!” Korsac terlihat tersenyum licik, seolah-olah menikmati perburuan itu. Benar-benar makhluk berdarah dingin.
Korsac masih terlihat berlari di atas tanah sambil memandang tajam buruannya yang masih terbang itu.
“Gravio Puss!” Korsac merapal mantra.
Kini, Korsac pun melesat terbang ke udara dan mulai mendekati buruannya.
“Sial!” Rosy terkejut saat melihat Korsac ikut melesat terbang menggunakan mantra terbangnya.
Rosy mengetahui, mantra terbang itu hanya efektif selama mana penggunanya tersedia. Artinya Korsac tidak akan bisa terbang selamanya, tidak seperti peri yang permanen bisa terbang karena memiliki sepasang sayap.
Rosy dengan gesit melaju terbang, ia yakin bahwa dirinya tidak akan tertangkap dengan mudah. Tampak Korsac menjulurkan tangan hendak menangkap kaki si peri itu, sayangnya sang peri masih tetap melesat tanpa mengurangi kecepatan.
Alhasil, Korsac cukup kerepotan pada tugas terakhirnya ini. Akhirnya, perlahan laju terbang Korsac semakin pelan.
“Menyerahlah, jangan mengejarku lagi!” teriak Rosy saat menoleh ke belakang dan menyadari kecepatan terbang Korsac perlahan melambat.
Korsac masih terus berusaha keras untuk menangkap Rosy dengan menjulurkan tangannya. Karena laju terbangnya sudah mulai melambat, jarak yang tadi begitu dekat perlahan menjauh.
Rosy terus melesat terbang tanpa mengurangi kecepatannya, dia kembali menoleh dan benar-benar meninggalkan Korsac yang mulai turun kembali ke tanah. Sayangnya, saat kembali melihat ke arah depan tubuhnya terperangkap pohon rambat yang membuat dirinya terjebak di sana.
“Sial!” Rosy berontak berusaha melepaskan diri.
“Sepertinya, nasibmu berada ditanganku, Peri Kecil!”
Korsac sudah tepat berada di depan Rosy yang masih terjebak karena tanaman rambat itu. Dengan mudah dia meringkus si peri yang sudah terjebak itu.
Ukuran tubuh Korsac yang dua kali lipat dari ukuran Rosy memudahkannya mencengkeram leher si peri dengan kasar.
“Le-lepas!” Berontak Rosy sambil menendang-nendangkan kaki pada Korsac ketika tertangkap.
“Tidak ada satu pun makhluk yang bisa lepas setelah terkena cengkeramanku. Ingat itu!” Korsac tersenyum puas. Buruannya berhasil dia tangkap.