Yorichi terus berlari tanpa henti. Korsac sendiri tetap mengejarnya atas perintah sang Putra Kegelapan, Moris.
“Gigih sekali Shadow Elf yang satu ini!” batin Yorichi panik.
Korsac adalah bawahan yang gigih dan setia. Sekali tuannya memberikan perintah, maka itu akan dilaksanakan sesuai apa yang diinginkan oleh majikannya.
Dalam pelarian itu, Yorichi tidak kembali ke desa Paranoiya, dia tidak memiliki kesempatan untuk kembali dalam kejaran itu. Dia hanya terus berlari tanpa arah agar dia tidak tertangkap oleh Korsac.
Pelariannya itu membawanya ke wilayah gunung yang memisahkan antara hutan Bornero dan Lembah Bukit Hijau, tempat di mana Peter tinggal.
“Aku bisa memanfaatkan hutan kecil di sisi gunung ini sebagai persembunyian,” pikirnya saat mencoba menyusuri sisi gunung yang lumayan besar itu.
Tanpa berlama-lama Wood Elf dengan busur panah kayu dan busana berwarna hijau tua ini segera berlari masuk ke dalam rindangnya tumbuhan yang cukup lebat. Lembah di sisi gunung ini dinamakan Lembah Seribu Tanaman, ini karena banyak sekali jenis tanaman yang hidup dan tumbuh di area tersebut.
Bukan hanya Yorichi saja yang memasuki lembah tersebut, Korsac juga langsung menyusuri lembah tersebut untuk menemukan target buruan dan membunuhnya.
Lembah yang sunyi cukup memberikan manfaat besar bagi Wood Elf yang memiliki dua bintang di sabuknya, karena keistimewaan bangsa Wood Elf. Yorichi bisa melancarkan serangan untuk membalas. Dia berencana akan menghajar Korsac yang hanya terfokus mencari target.
Dari jarak tiga puluh meter tempat Yorichi berdiri, dia membidikkan panahnya menuju punggung Korsac yang terdiam sebentar karena mencari keberadaan Wood Elf yang diincarnya.
“Mari kita lihat, apakah kau sanggup menghindar dari serangan ini!”
Anak panah pun telah dilepaskan, melesat menuju arah Korsac dari belakang. Namun, dia adalah Shadow Elf yang tidak bisa diremehkan akan kemampuannya. Dengan mudah ia mampu kembali menangkis anak panah yang mengincar tubuh bagian belakangnya.
“Cih, mungkin itu hanya keberuntungan saja.” Yorichi masih merasa yakin bahwa dia mampu merubuhkan Korsac dengan kepandaiannya dalam memanah.
Kemudian ia segera berganti tempat, menuju ke wilayah utara agar keberadaannya sulit dilacak oleh Korsac.
Anak panah pemberian Yura hanya tersisa lima buah. Dua buah telah digunakan sebelumnya, maka kali ini Yorichi akan memperhitungkan lebih tajam lagi agar usahanya menjatuhkan Korsac berhasil.
“Kali ini kau tidak akan menyadari bahwa panahnya akan muncul tepat dari depan matamu!” ucap Yorichi kebali membidikkan busurnya.
Kembali anak panah dilepaskan, sayangnya Korsac berhasil menghindar meski bagian bahu kirinya tergores. Sadar bahwa anak panah melesat dari arah depan, dia segera memburu wilayah tersebut dan meyakini bahwa target ada di sana.
“Aku tahu kau bisa menebak keberadaanku setelah menyadari anak panahku yang dilepaskan. Tetapi, tumbuhan rimbun ini sedikit menghambatmu dan itu memberiku sedikit waktu untuk berpindah tempat ke wilayah lain.” Yorichi kembali meninggalkan tempat terakhirnya berdiri dan berlari menuju arah selatan.
Jarak antara dirinya dan Korsac berkisar antara lima puluh meter sekarang, sekali lagi ia membidik Korsac dari jarak segitu jauhnya.
“Rasakan ini!”