“Tidak ada mantra yang tidak berbahaya. Semua mantra bisa berbahaya, tergantung pengguna dan cara menggunakannya.” Sebuah nasihat dari Wolja, terngiang dalam pikiran Luna selaku gurunya dalam memperdalam penggunaan mantra dan sihir.
Sudah satu hari penuh Peter lenyap tanpa jejak setelah merapal mantra asing tersebut. Karena merasa ini cukup darurat, Luna pun mengabarkan pada Ratu Peri Lotus tentang kejadian itu.
“Sebaiknya aku harus bertemu Tuan Wolja, Yang Mulia Ratu,” pinta Luna dengan penuh hormat.
“Baiklah, kuizinkan.”
Setelah mendapat izin, bergegas Luna mempersiapkan kembali keberangkatannya. Namun, sebelum itu dia memikirkan untuk mengumpulkan beberapa kawan lama yang mungkin saja bisa membantunya.
“Lupakan dulu Raja Vyar, ia pasti sibuk mengurus kerajaannya,” gumam Luna, masih berpikir siapa lagi yang bisa dia ajak.
Bagaimana dengan Yura si Wood Elf yang kini diangkat sebagai Grand Elf? Sebelum pergi ke Negeri Penyihir untuk menemui sang guru yaitu Wolja, ia memutuskan untuk pergi ke hutan Bornero dan menuju ke desa Paranoia. Desa tempat para Wood Elf bermukim di sana.
Butuh dua hari perjalanan dengan terbang untuk sampai ke desa Paranoia. Namun, Luna harus merasakan kecewa tatkala Yura sedang tidak berada di desanya.
“Maaf, Nak. Yura tengah mengemban misi memata-matai Moris dan para Shadow Elf lainnya di area Kastil Corburin,” jelas si tetua Wood Elf bernama Casterpian.
“Begitukah? Baiklah, aku mengerti Tuan Casterpian. Terima kasih atas waktunya,” kata Luna meski agak sedikit kecewa.
“Apakah ada pesan untuk Yura? Mungkin aku bisa menyampaikan nanti kepadanya jika telah kembali ke desa,” kata Casterpian.
“Tolong sampaikan saja bahwa Peter Mint membutuhkan bantuan. Jika ingin membantu, datang saja ke Negeri Penyihir,” pesan Luna kepada sang tetua Wood Elf dengan ramah.
“Baiklah, aku mengerti.” Casterpian mengangguk dan tersenyum ramah.
Setelah urusannya di desa Paranoia telah selesai, Luna segera melanjutkan perjalanannya. Dia harus segera menemui Wolja dan membicarakan soal mantra asing yang muncul dari Grimoire milik Peter.
Perjalanan dari hutan Bornero ke Negeri Penyihir membutuhkan waktu sekitar lima hari. Untuk itu, Luna memilih menghabiskan sepanjang siang dengan terbang sedikit lebih cepat dari biasanya. Setidaknya ia bisa menempuh perjalanan itu antara tiga sampai empat hari saja.
Di tempat lain, tepatnya di dekat area kastil Corburin. Sebuah bangunan megah nan besar yang dinaungi aura kegelapan, beberapa Wood Elf yang dipimpin oleh sang Grand Elf yaitu Yura tengah memata-matai para Shadow Elf. Terutama Yura fokus untuk menyelidiki pergerakan Moris dan King Erser.
Dengan bersembunyi di hutan-hutan kecil atau pepohonan yang rindang, mereka menyembunyikan diri agar mengurangi kerugian dalam pertarungan yang tidak penting. Karena tugas mereka adalah melaporkan hal-hal yang ganjil di area tersebut.
Para ras Shadow Elf jarang berada di luar kastil, mereka melakukan seluruh kegiatannya di dalam kastil. Oleh sebab itu, pasukan Yura tentu tidak bisa dengan mudah menerobos masuk begitu saja ke sarang para Shadow Elf.