Di ruang kerja, Pak Soleh—satpam kantor yang ramah—melangkah masuk membawa nampan berisi dua cup kopi dari Nook Coffee. Ia langsung menuju ke arah meja Andra dan Bram.
"Mas, ini ada pesanan dari warkop depan," ucap Pak Soleh ramah sambil menurunkan kopi-kopi itu ke meja.
Bram yang sedang menyandarkan punggung di kursinya langsung menyahut sambil membenarkan, "Kopi sop (coffee shop), Pak Soleh..."
"Yah, kalau jualan kopi mah warkop, Mas Bram. Warung kopi," balas Pak Soleh lempeng, tidak mau kalah.
Bram seketika terkekeh geli mendengarnya. "Iya, bener juga ya... Bener, Pak, warkop," ucap Bram mengalah sambil tertawa.
Sementara itu, Andra yang duduk di sebelah Bram hanya menyunggingkan senyum tipis tanpa mengalihkan pandangan dari draf di mejanya.
Setelah meletakkan pesanan, Pak Soleh pun beranjak pergi meninggalkan ruangan mereka.
Bram meraih salah satu cup kopi yang masih hangat, lalu melirik ke arah sahabatnya. "Emang lu nggak makan siang, Dra?"
Andra yang masih sibuk membaca naskah di depannya hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Biasanya makan bareng ibu atasan... alias nyonya besar Marsha," goda Bram.