Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #18

Keputusan Andra

Andra sempat terdiam cukup lama, menatap lurus ke depan sebelum akhirnya menoleh ke arah Marsha. "Aku... udah memikirkan hal ini berhari-hari, Sya."

Mendengar kalimat pembuka itu, raut muka Marsha seketika berubah tidak enak hati. "Tentang... pernikahan kita?" tanya Marsha ragu, suaranya agak pelan.

Andra langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindari tatapan Marsha. Bahunya tampak turun, sebelum akhirnya ia berbisik lirih, "Aku nggak bisa lanjut, Sya..."

Marsha terdiam.

Bibirnya terbuka sedikit, tetapi tak ada kata yang keluar.

"Ini bercanda kan, Dra...?" tanya Marsha dengan suara bergetar tertahan.

Andra tetap menunduk, mati-matian mencoba mengendalikan emosinya sendiri agar tidak pecah.

Andra menutup mata sesaat.

Ketika Andra membuka matanya kembali, air mata Marsha lebih dulu jatuh sebelum ia sempat berkata apa pun.

Lihat selengkapnya