Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #19

Hujan yang Akan Datang

Di dalam kabin mobil yang sunyi, lampu-lampu jalanan kota memantul bergantian di wajah Andra.

Ekspresinya tampak begitu datar dan dingin, namun ketegangan yang sangat kontras terlihat jelas dari rahangnya yang mengencang.

Di balik kemudi, fokusnya terbagi. Pikiran Andra melayang, ditarik kembali pada potongan obrolan empat mata bersama ayah Marsha di teras rumah tadi, tepat sebelum Marsha keluar dari pintu.

Kalimat-kalimat dari pria paruh baya itu terngiang kembali di telinganya, begitu pelan namun bergema kuat di kepala Andra.

"Bapak ini sudah tua, Dra... Saya nggak mungkin bisa nemenin dia terus."

Bayangan wajah tulus ayah Marsha saat menepuk bahunya tadi sore membuat dada Andra kian sesak.

"Bapak cuma nitip satu hal sama kamu... Jangan pernah sakiti anak bapak."

Teeeetttt!

Suara klakson panjang dari mobil lain di lajur kanan seketika memecah lamunan Andra, menyadarkannya kembali ke aspal jalanan yang sepi.

Andra tersentak. Jemarinya semakin erat mencengkeram setir. Baru saat itu, satu kenyataan menghantamnya tanpa ampun—ia baru saja menghancurkan hati wanita yang begitu mempercayainya.



Lihat selengkapnya