Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #20

Jangan Dulu Dikembalikan

Keesokan paginya di Nook Coffee.

Baru jam sembilan pagi, suasana di dalam kafe masih terbilang sepi. Hanya ada suara mesin espresso yang sesekali menderu pelan di balik konter.


Caca yang sedang mengelap meja bar tiba-tiba saja menoleh ke arah sahabatnya.

"Win...?"

"Hm?"

"Gua mau nanya sesuatu deh.”

"Apa?" sahut Wina tanpa menoleh, sibuk menata cangkir-cangkir keramik.

Caca berdehem sebentar, lalu dengan wajah polos bertanya, "Gimana sih rasanya patah hati, Win? Waktu lu putus sama Edwin dulu..." Caca mengedipkan matanya berkali-kali, memasang wajah sekepo mungkin.


Mendengar nama keramat itu disebut, mata Wina langsung membelalak. Plak! Dengan gerakan secepat kilat, Wina langsung menjulurkan tangan dan membekap mulut sahabatnya itu rapat-rapat.

"Jangan ngomong nama itu pagi-pagi, konyol!”


"Trus...?" ucap Caca tertahan karena bibirnya masih terhimpit telapak tangan Wina. Setelah Wina menarik tangannya, Caca merengut. "Kenapa emang?"


"Itu pertanyaan menyentuh privasi gua, Ca! Kalau lu nanya itu ke orang lain yang nggak akrab, bisa anyep tuh obrolan!" omel Wina sambil mendengus sebal.


Caca tidak menyerah. Ia malah menopang dagunya di atas meja konter, matanya masih menatap Wina penuh rasa ingin tahu yang tinggi. "Tapi serius, terus rasanya gimana, Win?"


"Rasanya? Kayak semua rencana yang udah lu simpan tiba-tiba nggak punya tujuan lagi.” Ucap Wina sambil mendengus kesal, namun pandangannya sekilas menangkap siluet dari balik pintu kaca di depan mereka. Ia langsung menunjuk ke arah luar.


Lihat selengkapnya