Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #22

Nama Pena

Kepala Redaksi mengambil naskah itu dari meja, membukanya secara acak, lalu membaca beberapa halaman dalam diam.


Seluruh ruangan mendadak senyap. Semua orang menahan napas, menunggu keputusan akhir dari sang pemegang kuasa tertinggi di redaksi.


Setelah beberapa saat yang terasa begitu lama, Kepala Redaksi menurunkan naskah tersebut dan berkata pelan, "Andra."


"Iya, Pak," jawab Andra tegas.


"Menurutmu, inti cerita ini apa, Dra?"


Andra menjawab tanpa ragu, "Seorang ayah yang ingin anaknya bangga dengan profesi ayahnya."


Plak.


Kepala Redaksi menutup naskah itu dengan ketukan pelan namun mantap ke meja.

Lihat selengkapnya