Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #24

Di Pinggir Lapangan

Bram menoleh, lalu seketika wajahnya cerah. Ia melambaikan tangannya dengan heboh. "Sini, Ca!"


Caca melangkah mendekat dengan sedikit canggung. Bram yang menyadari hal itu langsung berinisiatif memperkenalkan keluarganya. "Nah, kenalin. Ini Tasya, Ca, istri gua," ucap Bram ramah.


Caca segera mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan. "Caca, Kak Tasya."


"Tasya," balas sang istri dengan senyuman yang tak kalah hangat.


Bram kemudian mengacak rambut bocah laki-laki yang sedang memegang bola di dekatnya. "Nah, kalau ini anak gua... seniman rumahan yang hobi nyoret-nyoret bodi motor gua, namanya Dafa."


Tasya yang melihat keramahan Caca langsung menoleh ke suaminya. "Ini temen kamu yang di coffee shop itu ya, Yah?" tanya Tasya, terdengar sangat ramah dan menyambut baik kehadiran Caca.


Bram mengangguk cepat dengan seringai jahilnya yang mendadak muncul. "Iya, penjaga warkop," sahut Bram enteng, sengaja menggunakan istilah dari Pak Soleh tempo hari.

Lihat selengkapnya