Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #25

Keluarga Bram

Mendengar pertanyaan polos itu, Tasya seketika terkekeh geli. "Iya, jagain, Ca. Supaya dia tidak pulang larut malem," selorohnya. "Kalau gak ditungguin kayak gini, alesannya ada-ada aja,"


Mendengar rahasianya dibongkar di depan Caca, Bram yang berdiri tidak jauh dari sana langsung menaruh jari telunjuknya di depan mulut, memberikan kode rahasia kepada istrinya.


Caca yang melihat tingkah Bram kali ini gantian terkekeh geli, "Bener tuh, Kak Tasya. Om-om itu emang harus selalu dijagain," ujar Caca sambil memasang wajah yang berpura-pura serius. "Pergerakannya mencurigakan..." tambahnya lagi.


Setelah beberapa saat berlalu, peluit panjang ditiup dan pertandingan futsal pun akhirnya dimulai. Bram dan Andra kini sudah berada di dalam lapangan bersama teman-temannya yang lain.


Di pinggir lapangan, Tasya terlihat sibuk menjaga Dafa, yang mulai aktif bergerak ke sana kemari.


Melihat hal itu, Caca berinisiatif mendekat untuk membantu. Meskipun begitu, Tasya sempat menolak dengan halus, "Gak apa-apa, Ca... nonton aja yang tenang. Dafa biar aku yang jaga," ucapnya ramah.


"Aku gak suka futsal, Kak," jawab Caca.


Tasya pun menoleh sambil tersenyum heran. "Terus ngapain ke sini, Ca?"


"Yah, cari angin aja. Di rumah suntuk, Kak. Kebetulan deket rumah juga," jawab Caca santai.


"Emang sebelah mana rumah kamu, Ca?" tanya Tasya penasaran.


"Di sebelah sana, Kak. Paling kehalang empat sampai lima rumah dari sini," ucap Caca sambil menunjuk ke arah luar lapangan.


"Berarti rumah kita deketan yah. Pantesan Bram bilang pernah ngajakin kamu berangkat bareng," ucap Tasya sembari terus memperhatikan Dafa.

Lihat selengkapnya