Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #26

Mencari Andra

Beberapa saat kemudian, angin berhembus kencang. Dari kejauhan, perlahan-lahan terdengar riuh suara rintik hujan yang mulai jatuh.


"Wah, bener kayaknya hujan, Ca..." ucap Tasya menyadari ramalan Caca terbukti. "Berteduh yuk," ajak Tasya lagi sambil segera menggendong Dafa yang saat itu sebenarnya masih asyik bermain bola mainannya.


Caca pun langsung melangkah mengikuti Tasya dari belakang.


Karena suasana lapangan futsal tanpa atap, akhirnya orang-orang di dalam sana mulai berhamburan ke pinggir lapangan untuk mencari tempat berteduh.


Tasya dan Caca sudah berada di dalam ruangan teduh yang menjadi fasilitas dari lapangan futsal itu.


Kemudian, Bram menyusul masuk di sela suara gemuruh hujan yang terdengar semakin bising di luar. Bram sempat mengeluh kesal, "Haduuh, padahal lagi asik-asiknya tadi... Hujan suka ngerepotin kadang," ucapnya sambil mengusap lengan yang basah.


Tasya menatap Bram. "Ganti baju sana, kebasahan tuh baju," ujarnya, lalu menambahkan, "Entar masuk angin, aku lagi yang jadi korban—jadi tukang ngerok punggung."


Bram terkekeh geli.


Lihat selengkapnya