Keesokan harinya, Nook Coffe seperti biasa, jam sebelas siang sudah mulai agak ramai oleh pengunjung. Para pegawai pun mulai tampak sibuk melayani pesanan yang terus berdatangan.
Di sela-sela kesibukan itu, Wina menatap aneh ke arah Caca yang terlihat begitu cerah hari ini. "Semangat bener nih pawang hujan..." sindir Wina.
Caca langsung mengedipkan sebelah matanya dengan percaya diri. "Harus itu! Kita adalah muka paling depan Nook Kopi!" ucap Caca dengan tegas sambil mengepalkan tangan depan dada.
Namun, Mbak Ranti sang manajer mendadak masuk ke ruangan tersebut lalu berdehem.
Pandangan mereka sempat beradu selama beberapa detik. Detik itu juga, Caca langsung membuang muka pura-pura sibuk, sementara Wina dengan sigap langsung kabur ke luar untuk mengambil pesanan pelanggan.
Siangnya pas jam istirahat tiba, Caca segera menuju loker untuk mengambil handphone miliknya.
Begitu mengecek bar notifikasi, matanya memicing saat melihat sebuah pesan masuk dari nomor baru yang tidak dikenal, karena penasaran, Caca pun langsung membukanya.
+628...
Kakak Nook Coffe...Terima kasih.