Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #29

Takaran Insting

Suasana di dapur rumah Bram terasa hangat hari itu. Caca yang baru saja menyelesaikan coert-coret kertas dengan Dafa, tiba-tiba dihampiri oleh Bram yang bersedekap di dekat meja makan.


"Selamat ya, Ca. Selama lu main ke rumah ini, belum sekalipun gua lihat lu megang sutil atau masak," celetuk Bram dengan nada menyindir.


Caca langsung menyahut spontan, “Gue emang gak bisa masak, Bram. Kalau urusan makan, baru jagonya."


Bram memicingkan matanya, menghela napas. "Kayanya bosen gua dimasakin Tasya terus... makanannya selalu enak. Kali ini gua pengen tantangan makanan lain." Bram menjeda kalimatnya, lalu menunjuk Caca. "Gua pengen nyobain masakan lu, Ca."


Caca langsung mengernyitkan dahi. Ia mencoba mencari alasan. "Jangan deh, Bram. Masakan gua tuh rasanya aneh."


"Gak apa-apa. Sekalipun rasanya pahit kayak Americano, bakal tetap gua makan," balas Bram .


"Gua di sini tuh guru lukisnya Dafa, bukan guru masak!" ucap Caca sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Urusan Dafa, biar Tasya yang ngurus sekarang," sahut Bram.


Caca seketika menepuk jidatnya sendiri, raut wajahnya berubah agak gugup saat dia akhirnya terpaksa jujur. "Sebenarnya... gua..." Caca menjeda kalimatnya sambil melirik ke sekeliling dapur. "...takut keluarga ini keracunan masakan gua."


Pffft!

Lihat selengkapnya