Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #32

Main PS

Sore itu, suasana taman kompleks perumahan terasa tenang. Tasya dan Caca duduk di bangku taman, memasang mata untuk menjaga Dafa yang sedang asyik berlarian dan bermain di sana.


Mereka sengaja menyingkir, meninggalkan Bram dan Andra yang sedang "perang" bermain PS di dalam rumah.


"Kedua orang itu kalau udah main PS emang gak bisa diganggu, Ca. Jadi biarin aja," ucap Tasya sambil menggelengkan kepala heran.


"Emang Andra sering berkunjung ke rumah?" tanya Caca penasaran.


"Dulu sering banget," jawab Tasya, pandangannya menerawang ke depan. "Mereka berdua itu dulu hampir tiap akhir pekan bareng. Tapi kalau sekarang, Andra udah agak jarang ke sini. Paling sesekali aja."


Caca terkekeh pelan, membayangkan wajah kaku Andra di depan layar TV. "Gak nyangka ya, orang sekaku itu ternyata suka main PS juga."


Tasya tersenyum tipis. "Dia begitu kalau ke orang yang gak terlalu dekat, Ca. Lagian, kalau udah sama Bram, kelakuannya bisa jauh lebih absurd daripada yang kamu liat di luar."


Mendengar cerita Tasya, ingatan Caca mendadak terlempar ke kejadian beberapa bulan lalu di toko kopi. Tanpa sadar, sebuah pengakuan lolos begitu saja dari bibirnya.


"Aku... pernah numpahin kopi ke celananya," ucap Caca tiba-tiba.


Kalimat itu sukses membuat gerakan Tasya terhenti. Ia langsung menoleh, memandangi Caca dengan tatapan menyelidik,


Lihat selengkapnya