Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #33

Suara Sirine

Kini justru Andra yang mulai kehilangan kesabarannya.


Papan skor di layar TV menunjukkan angka yang membuatnya mendengus kesal: 3-0 untuk Caca.


"Hahaha! Mampus!" Caca tertawa gembira, sengaja memamerkan kemenangan manisnya di depan muka Andra.


Andra mendengus kesal, melempar pandangan tak puas ke arah layar TV. "Gua salah pilih tim," kilahnya membela diri.


Ia kemudian menoleh ke arah Bram dengan wajah gusar. "Anak lu nyebelin, Bram."


Bram yang menonton dari sofa langsung terkekeh geli. Dia benar-benar puas melihat Andra yang kaku bisa dibuat mati kutu, sekaligus takjub melihat bagaimana lincah dan lihainya tangan Caca saat memainkan stik PS tadi.


Waktu berlalu begitu cepat, hari sudah gelap. Layar TV berulang kali menunjukkan layar kemenangan untuk Caca, sementara Andra terus menekan tombol rematch. Namun, melihat angka di jam dinding yang terus bergeser, Andra akhirnya meletakkan stiknya ke atas meja, menyudahi permainan malam itu.

Lihat selengkapnya