Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #35

Alasan

Andra kini sudah berada di area ruang tunggu khusus lantai dua toko buku Megah Media.


Ia duduk sambil sesekali mengecek jam tangannya, menunggu kehadiran sosok penulis yang beberapa bulan lalu jadi perbincangan di ruang rapat redaksi: Nara Maharani.


Setelah beberapa menit ia menunggu, sambil sesekali mengecek poselnya, sosok yang ditunggu muncul di ambang pintu.


Pria itu berpenampilan bersahaja, menggandeng erat tangan anak perempuannya yang diperkirakan berumur sekitar tujuh tahun.


Andra langsung berdiri dan mengulurkan tangannya dengan sopan. "Apa kabar, Pak Fadly?"


"Baik, Pak Andra... Waduh, jujur saya gemetaran ini, deg-degan banget mau acara," ucap Fadly, menyalami Andra dengan senyum ramah yang agak gugup.


Namun, belum sempat Andra membalas ucapan itu, pandangannya terusik oleh siluet seseorang yang berjalan di belakang Fadly.


Begitu sosok itu melangkah masuk ke ruang tunggu, mata Andra seketika bersinggungan langsung dengan mata Caca.


Caca yang sama terkejutnya, reflek menghentikan langkah. Jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat, Caca sama sekali tidak menyangka Andra akan berada di sana.


Tanpa sepatah kata pun, Caca langsung membalikkan badan, mundur kembali ke luar ruangan selama beberapa detik hanya untuk menarik napas dalam-dalam, sebelum akhirnya masuk kembali dengan wajah yang berusaha tampilkan se-normal mungkin.


Lihat selengkapnya