Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #36

Dia adalah Rumah

"Alasan kenapa saya memakai nama Nara Maharani... adalah karena itu nama anak perempuan saya."

Tangan Fadly terangkat, menunjuk lembut ke arah anak kecil yang duduk di sebelah Caca. "Itu dia anaknya, Nara Maharani."


Seketika, perhatian seluruh orang di ruangan tersebut langsung berputar, melirik ke arah yang ditunjuk oleh Fadly.


Caca sempat ikut tersenyum bangga, walau sempat canggung karena dirinya otomatis ikut menjadi pusat perhatian bersama Nara kecil.


"Pekerjaan saya sehari-hari sangat sederhana," lanjut Fadly, suaranya terdengar stabil namun sarat akan ketulusan. "Saya cuma berjualan mainan keliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Saya sadar, saya tidak bisa memberikan hal-hal mewah untuk Nara. Saya hanya bisa memberikan sebuah tulisan atas namanya..."


Fadly menatap putrinya dengan binar mata seorang ayah.


"Bagi saya, dia adalah rumah." Ucap Fadly dengan raut muka bangga.


Kalimat penutup dari Fadly itu seketika mengubah atmosfer di area toko buku Megah Media.


Keheningan mendadak merayap. Suasana berganti menjadi sedikit haru; beberapa pengunjung tampak bertepuk tangan dengan mata yang berkaca-kaca, sementara sebagian lainnya hanya terdiam.


Setelah seluruh rangkaian acara bedah buku berakhir, Fadly menggandeng tangan Nara kecil berjalan menuju deretan rak pajangan utama di sudut toko buku Aksara Megah.


Di sana, tumpukan buku baru dengan sampul komersial bertuliskan nama "Nara Maharani" telah tersusun rapi, bersanding dengan karya-karya penulis terkenal lainnya.


Fadly dan Nara berdiri diam memandangi rak tersebut.


Sementara itu, beberapa meter di belakang mereka, Caca dan Andra berdiri berdampingan tanpa suara, mengamati tingkah ayah dan anak itu dari belakang.


Perlahan, Fadly berlutut di atas satu kaki, menyamakan tinggi badannya dengan sang putri. Tangannya terulur mengelus kepala Nara dengan sangat lembut.

Lihat selengkapnya