Sambil menggenggam dua tiket "salah posisi" itu, Caca langsung memutar tumitnya dan berjalan cepat mendekati sepasang kekasih yang tadi ditunjuk oleh petugas loket. Mereka berdua kebetulan sedang berdiri di dekat area popcorn.
Dari kejauhan, Andra melipat kedua tangannya di dada, memperhatikan tingkah Caca dengan saksama.
Awalnya, Caca terlihat agak sungkan saat menyapa mereka berdua, dengan gestur tubuh yang ekspresif, senyuman ramah yang lebar, dan cara bicara yang tampaknya sangat meyakinkan, Caca mulai mengobrol intens dengan dua orang asing itu.
Cukup lama Andra memperhatikan kejadian tersebut dari jarak beberapa meter. Dan di luar dugaan, Andra melihat kedua orang asing itu mengangguk-angguk, lalu mengeluarkan tiket mereka dan menukarnya dengan tiket yang dibawa Caca.
Andra sedikit heran, matanya agak membelalak menyaksikan keajaiban sosial yang baru saja terjadi di depan matanya.
Yang lebih membuat Andra bingung, sebelum Caca pergi, pasangan itu justru mengajak Caca berfoto bersama di depan poster film.
Setelah melambaikan tangan berpamitan, Caca berjalan kembali ke tempat Andra berdiri. Langkah kakinya tampak angkuh, wajahnya sengaja memasang ekspresi penuh kemenangan. Ia mengacungkan dua tiket baru yang berhasil ia tukar tepat di depan wajah Andra.
"Mereka langsung setuju?”
Caca mengangguk sambil tersenyum.
“Caranya?” Andra penasaran
"Gampang banget," ucap Caca dengan nada sombong yang sengaja dibuat-buat. "Posisi tengah, baris sempurna."
Andra masih menatap dua lembar tiket di tangannya dengan heran. "Kamu ngomong apa ke mereka?"
"Rahasia..." sahut Caca, sengaja membuat Andra makin penasaran. "Daripada lu mikirin itu, mendingan sekarang lu traktir gua popcorn sama minuman. Anggap aja sebagai biaya tebusan buat tiket spesial posisi tengah ini."
Andra menatap Caca dari atas ke bawah dengan wajah datarnya yang khas. "Kamu... kelaparan?"
Plak!
Caca reflek memukul lengan Andra. "Cepetan beliin! Gak usah banyak nanya," omelnya sembari mendorong pelan pundak pria itu ke arah konter camilan.