Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #39

Emosi tak berbentuk

Sehabis keluar dari teater bioskop, Andra langsung membawa Caca ke salah satu restoran di area mall tersebut.


Mata Caca masih terlihat sembab dan kemerahan akibat menangis di dalam studio tadi, sementara tangannya masih setia memeluk wadah popcorn jumbo yang operatesnya belum habis setengahnya pun.


"Kok bisa ya..." ucap Caca sembari mengusap sudut matanya yang masih basah. "Gua bisa-bisanya nangis kejer cuma gara-gara adegan nyelametin kucing doang."


Andra yang duduk di hadapannya menopang dagu. "Itu namanya teknik tunjukan jangan ceritakan.” ucapnya Andra dengan nada serius.


“Jadi kalau kamu bikin cerita, jangan sebutkan perasaannya lewat kata-kata, tapi tunjukkan lewat sikap karakternya."


Andra menjeda kalimatnya, lalu melanjutkan dengan nada bicara yang mendadak sangat teknis.


"Emosi itu tidak punya bentuk. Dia baru punya bentuk kalau sudah jadi tindakan."


Caca seketika bengong. Ia menatap pria di depannya dengan pandangan tidak percaya, sebelum akhirnya mendengus gemas. "Dasar... manusia paling editor!" Sambil manyun.


Mendengar gerutuannya, Andra terkekeh pelan—sebuah pemandangan langka. "Sorry, kelepasan," ucapnya singkat.


Begitu makanan yang mereka pesan tiba di meja, Caca langsung menaruh wadah popcorn-nya ke samping. "Kali ini gua yang bayarin makan malamnya ya. Soalnya kamu udah bayarin bioskop plus popcorn raksasa ini tadi," cetus Caca.


Lihat selengkapnya