Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #43

Di Antara Lampu Kristal

Di dalam mobil Bram, suasana sudah bising sejak mereka melewati gerbang kompleks.


Caca tidak berhenti bergerak gelisah di kursi tengah, merapikan lipatan gaun malamnya yang berwarna merah marun senada dengan tema undangan.


"Gua bilang juga apa, Tasya! Ini baju ketat banget, mana bahannya agak gatel lagi. Gak bebas gua mau napas!" ngomel Caca sembari menarik-narik bagian kerah kabaya modernnya.


Tasya yang duduk di kursi depan sebelah Bram cuma tertawa. "Aduh Ca, itu udah pas banget di badan lu. Anggun tahu! Lagian kondangan hotel bintang lima, masa lu mau pakai kaos oblong sama celana jins?"


"Ya tapi gak gini juga... Mana heels-nya tinggi banget lagi," gerutu Caca lagi.

Andra yang duduk di sebelah Caca hanya melirik sekilas dari balik jendela. "Ca," panggil Andra datar.


"Apa?!" sahut Caca ketus.


"Kalau kamu ngomel terus, udara di mobil ini cepat habis. Bikin susah napas?" ucap Andra tanpa dosa.

Lihat selengkapnya