Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #45

Pukul Satu Dini Hari

Di dalam kamarnya yang remang, hanya cahaya layar laptop yang menerangi wajah Caca yang kusam. Matanya terasa perih, namun jarinya tetap berusaha bergerak menelusuri setiap paragraf.


Setelah memastikan setiap typo, jemarinya berhenti di atas tombol send.


Ada jeda sejenak. Ia memejamkan mata, membiarkan napasnya teratur, lalu—klik. Pesan itu meluncur ke server Penerbit Lentera Aksara—tempat Andra bekerja sebagai editor.


Caca menyandarkan punggungnya yang pegal. Jam weker di atas meja, tepat di samping pigura foto ibunya, menunjukkan pukul satu dini hari.


Ia menatap lekat foto wanita yang tersenyum lembut di dalam bingkai itu.


Lihat selengkapnya