Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #49

Bercak yang Memudar

Bunyi mesin penghitung uang di balik meja teller berderak ritmis, memecah kesunyian yang mencekam.


Teller itu menyodorkan slip penarikan beserta lembaran uang yang baru saja ia hitung.


"Ini uang tunainya, Mbak. Untuk saldo tersisa di rekening sekitar belasan ribu rupiah.” ucap teller itu dengan nada datar, prosedur standar yang terdengar seperti penghinaan di telinga Caca.


Caca hanya mengangguk kaku, jemarinya mengambil uang itu dengan gerakan yang nyaris kaku. Ia tidak mempedulikan lagi sisa saldo yang tak berarti itu.


Dengan langkah mekanis dia bergegas menuju toilet bank, mengunci pintu bilik dengan tangan yang gemetar hebat.


Di ruang sempit itu, Caca kembali menghitung uang di tangannya.


Lembar demi lembar ia periksa, seolah berharap nominalnya akan bertambah jika ia menghitungnya lagi.

Lihat selengkapnya