Suasana sore di depan Nook Coffee terasa begitu berat. Caca berdiri mematung di dekat parkiran, tatapannya kosong menembus keramaian jalanan, sedang menunggu sosok yang ia cari.
Saat mobil Andra menepi dan pria itu turun dengan pakaian kerja yang tampak lelah, Caca tidak langsung menyapa.
Andra menangkap ada yang tidak beres dengan Caca. Raut wajahnya jauh lebih kelam dari biasanya.
"Ca?" panggil Andra pelan, langkahnya melambat saat mendekat. "Kamu nggak apa-apa, kan?"
Caca menoleh. Matanya sudah memerah, Andra yang merasa khawatir reflek mengulurkan tangan untuk menyentuh pundak Caca, mencoba memberikan kenyamanan.
Namun, Caca menepisnya. Kasar dan cepat.
Tangannya kembali terulur, kali ini dengan sangat hati-hati.
"Aku minta maaf, Ca."