Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #52

Untuk Pertama Kalinya

Mbak Ranti baru saja menyelesaikan pekerjaan terakhirnya di dalam kafe. Seperti kebiasaannya, ia selalu memastikan segalanya sempurna sebelum memutar kunci pintu.


Ia sempat berhenti sejenak, menggeser posisi meja sudut yang menurutnya sedikit miring, lalu mematikan lampu.


Saat melangkah keluar menuju parkiran, perhatiannya teralih pada sebuah bayangan di sudut area parkir yang remang. Di sana, di balik deretan motor, Caca terlihat duduk membungkuk dengan bahu yang terguncang hebat.


Langkah Mbak Ranti yang biasanya tegas dan terukur kini melambat. Tanpa suara, ia mendekat, lalu dengan lembut menyentuh pundak Caca.


Lihat selengkapnya