Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #55

Rumah Tua

Sore itu, suasana jalanan sedang ramai-ramainya, namun deru mesin sedan hitam yang berhenti tepat di samping Caca seolah meredam kebisingan di sekitarnya.


Caca mengenal mobil itu, jantungnya berdegup kencang, tapi ia memaksakan wajahnya tetap sedatar tembok.


Andra keluar. Langkahnya tenang, namun tatapannya yang dalam begitu sulit diartikan.


"Masuk, Ca." Santai.


"Kamu jangan macam-macam ya, Dra?" Caca menatapnya tajam, nadanya datar dan dingin.


Andra tidak terpancing. Ia justru membuka pintu mobilnya, memberi isyarat dengan tatapan yang memohon pengertian. "Aku mau nunjukin sesuatu."


Caca sempat mematung di tempat. "Ke mana, Dra?"


"Ikut dulu aja," jawab Andra lembut.


Lihat selengkapnya