Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #57

Aku akan menunggu

Caca tertegun. Ia menatap tumpukan kertas di atas meja yang kini tampak berbeda. Andra membuka halaman depan naskah kesembilan itu, memperlihatkan barisan tinta merah yang rapi di pinggiran kertas catatan kecil, kritik tajam, dan pujian terselip di sela-sela paragraf.


Semuanya tertulis dengan teliti.


"Kamu bisa jadikan ini referensi buat naskah kamu selanjutnya," lanjut Andra pelan.


Caca menunduk, jarinya meraba salah satu coretan merah itu.


"Apa aku bisa, Dra?" suaranya nyaris seperti gumaman ke udara.


Andra tersenyum kecil, sebuah senyum yang lebih lembut dari biasanya. "Caca yang aku kenal tidak pernah sepesimis itu."


Namun, suasana tiba-tiba berubah. Ada jeda yang panjang sebelum Andra kembali bicara, kali ini dengan nada yang sedikit lebih berat, seolah ia sedang menimbang setiap kata yang keluar.


"Namun, ada hal yang beda yang aku rasakan saat memeriksa naskah kesembilanmu."


Caca mendongak, matanya yang sembab menatap Andra dengan tanya. "Apa?"


Andra meletakkan cangkirnya, lalu menatap Caca tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. "Aku rasa kita sudah terlalu dekat, Ca. Sampai titik di mana aku tidak bisa lagi melihatmu hanya sebagai penulis... dan aku tidak bisa lagi menilaimu seperti orang lain."

Lihat selengkapnya