Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #58

Empat puluh dua menit

Di depan pagar besi yang sudah mulai berkarat itu, tangan mereka bertaut dalam sebuah jabat tangan yang terasa hangat, kontras dengan kedekatan yang baru saja mereka bagi.


"Deal, ya. Sampai naskah kesepuluh selesai," ucap Caca. Suaranya sudah jauh lebih stabil, meski ada secercah ketidakpastian di sana.


Andra mengangguk pelan, tatapannya tak lepas dari wajah Caca. "Yaudah, aku anterin kamu pulang, ya?"


"Gak usah, Dra," potong Caca cepat.


Alis Andra bertaut. "Kenapa?"


Caca tidak langsung menjawab. Ia merogoh ke dalam tas selempangnya. Gerakannya perlahan, seolah sedang mengambil sesuatu yang berat.


Begitu tangannya keluar, ia menyodorkan sebuah kotak persegi kepada Andra. Andra menerimanya dengan dahi berkerut, lalu membuka tutupnya. Di dalam sana, tergeletak sebuah headset dengan kemasan yang belum tersentuh.


"Itu masih baru," ujar Caca pelan.


Lihat selengkapnya