Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #60

Ajakan Dadakan

Sehari setelah kejadian itu, suasana Nook Coffee cukup tenang, tapi tidak dengan pikiran Caca. Ia berdiri di balik meja bar, tangannya sibuk mengelap gelas, sementara tatapannya melayang jauh menembus kaca jendela.


Tiba-tiba, Wina muncul dari arah samping dan menyergahnya, "Heyoloh... Ngelamun Mulu dari tadi!"


Caca tersentak kaget, bahunya terangkat. "Ngagetin aja lu, Win!" protesnya sambil mengelus dada.


"Lagian lu ngelamun mulu, Ca. Nanti kalau kesambet penunggu bangunan ini, kita semua yang repot urusannya," balas Wina.


Caca terdiam sejenak, lalu menarik napas pelan.


"Akhirnya… gua sadar sesuatu, Win," gumamnya lirih, seolah bicara pada dirinya sendiri.


Giliran Wina yang melongo, menatap Caca dengan ekspresi heran melihat Caca tiba-tiba berubah jadi melankolis.


"Patah hati emang semenyakitkan itu ya..." lanjut Caca dengan nada pelan.


Wina langsung terkesiap, matanya membelalak. "Bentar-bentar... Lu patah hati, Ca?!" tanyanya heboh.


Caca menggeleng cepat.


"Di-tolak?"


"Hampir..." jawab Caca singkat.

Lihat selengkapnya