Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #64

Pelukan yang tertunda

Suasana kamar Caca sore itu mendadak dipenuhi oleh keheningan, setelah sekian lama terjebak dalam perang dingin yang menyiksa dengan bibi nya, ketukan di pintu waktu itu meruntuhkan semuanya.


Bibi Caca berdiri di ambang pintu dengan keraguan yang jelas terlihat di wajahnya.


"Kamu udah makan, Ca...?" ucapnya dengan nada hati-hati.


Caca menjawab pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari meja. "Belum, Bi. Belum lapar."


"Boleh Bibi masuk...?"


"Masuk aja, Bi," jawab Caca singkat.


Langkah kaki sang bibi terdengar pelan memasuki kamar. Ada kekakuan yang tersamar di balik tingkahnya.


Bibi menarik napas dalam-dalam, lalu mulai membuka suaranya.


"Bibi pengen bercerita..." ucapnya terbata.


"Tentang ibu kamu."


Mendengar kata 'ibu', kepala Caca langsung terangkat. Ia menatap bibinya, sesuatu yang sudah sangat jarang ia lakukan selama beberapa waktu terakhir.


Kini keduanya duduk berhadapan di sebuah kursi sofa tua, tempat biasanya Caca merebahkan tubuhnya setelah bekerja.


"Waktu kamu SMA, sebelum dia jatuh sakit... ibumu datang ke rumah Bibi, dulu," lanjut sang bibi, mengenang kembali masa lalu. "Siang itu cuaca cukup panas. Bibi masih ingat waktu dia datang dengan sedikit memohon."


Suara sang bibi mulai bergetar. "Dia nyeritain bagaimana bapak kamu yang pergi entah ke mana, bagaimana dia khawatir sama kamu, Ca... Dan takut kalau kamu nanti hidup sendiri."


Caca menyerap setiap kata yang meluncur dari bibir wanita paruh baya itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Lihat selengkapnya